Sabtu, 30 April 2011

laptut skenario gips..


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Gips merupakan mineral yang ditambang dari berbagai belahan dunia. Gips juga merupakan produk samping dari beberapa produk proses kimia. Di alam, gips merupakan massa yang padat dan berwarna abu-abu, merah atau coklat. Warna tersebut disebabkan adanya zat lain seperti tanah liat, oksida besi, anhidrat, karbohidrat, sedikit SiO2 atau oksida lain. Secara kimia, gips yang dihasilkan untuk tujuan kedokteran gigi adalah kalsium sulfat dihitrat (CaSO4.2H2O) murni. Jika gips tersebut dicampur dengan air, maka strukturnya berubah menjadi kalsium sulfat hemihidrat dan menimbulkan panas.
Dalam bidang ilmu material kedokteran gigi kita banyak menemuai aplikasi penggunaan gips, baik untuk keperluan klinik maupun pekerjaan laboratorium. Material gips ini banyak dipergunakan antara lain dalam pembuatan model studi dari rongga mulut, die, articulating cast, mould, refractory investment dan sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yang melibatkan pembuatan protesa gigi.
Gips menjadi bahan pilihan dalam kedokteran gigi karena sifatnya yang memenuhi persyaratan, diantaranya sifat mekanisnya yang kuat, sehingga menghindari kerusakan bila terjadi kecerobohan serta keras agar permukaannya tahan terhadap pengukiran desain malam, dimensinya cukup akurat dan stabil sehingga pada saat setting menunjukkan perubahan dimensi yang tidak begitu berarti dan stabil, kompatibel dengan bahan cetak agar tidak terjadi interaksi antara permukaan bahan cetakan dan bahan model atau die, mereproduksi detil halus dan batas-batas yang tajam, serta bahannya yang murah dan mudah digunakan.
Dengan banyaknya pengunaan gips dalam kedokteran gigi tersebut maka perlu untuk mengetahui segala aspek dalam gips terutama sifat sifatnya sehingga akan memudahkan dalam memanipulasi, dan menghasilkan suatu hasil manipulasi yang maksimal. Dan untuk lebih memahaminya maka perlu dilakukan suatu percobaan yang akan memperlihatkan pengaruh sifat sifat gips terhadap hasil manipulasi serta cara manipulasi gips yang benar.
Proses pengerasan gips dibagi menjadi 2, yaitu initial setting dan final setting. Initial setting terjadi mulai pencampuran antara gips dengan air sampai timbul reaksi eksoterm berupa panas. Final setting adalah suatu waktu dimana gips tersebut telah melewati reaksi eksoterm dan menjadi dingin kembali. Intial setting dan final setting sangat bergantung dengan perbandingan antara serbuk gips dengan air saat pencampuran dilakukan. Semakin sedikit air yang digunakan, maka semakin cepat initial setting dan final setting. Jika air yang dibutuhkan kurang, maka akan sulit dilakukan pencampuran dan kalsium sulfat dihidrat tidak sepenuhnya berubah menjadi kalsium sulfat hemihidrat.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang telah disebutkan di atas, maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Apakah pengertian, sifat-sifat gips, bentuk dan tipe gypsum, serta komposisi gypsum yang digunakan di Kedokteran Gigi.
  2. Bagaimana cara manipulasi gips yang baik dan benar.
  3. Bagaimana proses setting time dan faktor-faktor yang mempengaruhi setting time
  4. Untuk apa sajakah aplikasi gips di Kedokteran Gigi
  5. Bagaiman pengaruh manipulasi terhadap kekuatan gips setelah setting

1.3  TUJUAN
Dari latar belakang masalah dan rumusan masalah maka didapatkan tujuan penulisan laporan ini, yaitu :
  1. Mengetahui pengertian, sifat-sifat gips, bentuk dan tipe gypsum, serta komposisi gypsum yang digunakan di Kedokteran Gigi.
  2. Mengetahui dan mengerti cara manipulasi gips yang baik dan benar.
  3. Memahami tentang proses setting time dan faktor-faktor yang mempengaruhi setting time
  4. Mengetahui aplikasi gips di Kedokteran Gigi
  5. Mengetahui pengaruh manipulasi terhadap kekuatan gips setelah setting



BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1  PENGERTIAN GIPSUM

Gips adalah salah satu bahan yang sering digunakan dalam aplikasi di bidang kedokteran gigi. Bahan dasar / komposisi utama pembuatan gips adalah Kalsium Sulfat Dihidrat (CaSO4.2H2O) yang dihancurkan, dipanaskan dan diolah hingga menjadi bubuk gips. Gips telah ditemukan dan digunakan sebagai dental cast (bahan cetak) sejak 1756 (Hatrick dkk, 2003).